Belajar Kripto Part 11 Avalache (AVAX)
Melanjutkan edisi belajar kripto kita, kali ini kita akan membahas Belajar Kripto Part 11 Avalache (AVAX). Bagi kalian yang terlewat part-part sebelumnya dari belajar kripto, link postingan akan saya letakan diakhir artikel ini. Langsung saja kita mulai.
Apa itu Avalache (AVAX)
Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, Avax merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka.
Saat ini Avalache dinilai sebagai platform smart contract tercepat, dengan kemampuan memproses lebih dari 4500 transaksi perdetik, dibandingkan dengan sekitar 1500 di blockchain Polkadot, 14 di Ethereum dan 7 di Bitcoin. Transaksi pada blockchain Avalache tidak hanya sangat cepat, tapi juga murah, dan lebih ramah lingkungan.
Sejarah Avalache (AVAX)
Avalache pertama kali diluncurkan pada September 2020 dan diinisiasi oleh Emin Gun Sirer, seorang computer scientist dari Cornell University, Amerika Serikat. Proyek Avalache pertama kali di inkubasi di Cornell University, dimana penelitiannya dipimpin oleh Emin Gun Sirer dibantu oleh Maofan Yin dan Kevin Sekniqi.
Ava Labs telah menggalang dana hampir $300 juta dan Avalache Foundation telah melaksanakan penjualan token privat dan publik sebesar $48 juta.
Cara Kerja Avalanche (AVAX)
Avalache dikembangkan dengan 3 blockchain terpisah dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu:
- Exchange Chain (X-Chain), Digunakan untuk mengirim dan menerima dana di jaringan Avalache, yang merupakan satu-satunya fungsi X-Chain.
- Platform Chain (P-Chain), Digunakan untuk mengoordinasikan para validator jaringan, melacak subnet yang aktif, dan memungkinkan pembuatan subnet baru.
- Contract Chain (C-Chain), Tempat para pengembang dapat membuat smart contract untuk DApp. Chain ini menerapkan contoh EVM, sehingga memungkinkan DApp yang kompatibel dengan EVM.
EmoticonEmoticon