Mengenal Artificial Intelligence AI Yang Mengancam Kepunahan Manusia
Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan yang biasa disingkat dengan AI adalah bagian dari ilmu komputer yang berfokus pada pembentukan mesin dengan kemampuan kecerdasan yang dapat berinteraksi dan bekerja seperti manusia.
Dengan mencipatakan Artificial Neuron Network menggunakan metode Deep Learning, sebuah algoritma terinspirasi dari struktur dan fungsi Neuron yang berada di otak manusia. AI dapat belajar dan terus meningkatkan kemampuannya sendiri berdasarkan pengalamannya seperti manusia.
Deep Learning ini sangat serupa dengan proses belajar kita saat bayi, kita lahir dalam kondisi yang tidak mengetahui apa-apa. Tapi, sepanjang waktu kita terus belajar dari pengalaman kita maupun pengalaman orang lain. Kita belajar dari melakukan obeservasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan bantuan indera kita.
Tidak jarang Artificial Intelligence menjadi topik utama dari sebuah film seperti The Avengers, Iron Man. Apa yang digambarkan dalam film-film tersebut adalah apa yang disebut dengan Artificial General Intelligence atau Artificial Super Intelligence.
Artificial General Intelligence adalah AI yang memiliki lebih dari satu kegunaan dan memiliki kecerdasan yang hampir atau setara dengan manusia.
Sedangkan, Artificial Super Intelligence adalah AI yang memiliki kecerdasan diatas pengetahuan dan kemampuan manusia.
Transistor yang ada pada komputer modern beroperasi dengan kekuatan 2 Ghz yang dapat mentransmisikan informasi dengan kecepatan cahaya. Sedangkan, saraf otak manusia hanya memiliki kekuatan 200 Hz, dan mentransmisikan informasi dalam 200 meter/s yang artinya hanya sepertiga dari kecepatan suara.
Komputer modern hari ini hanya membutuhkan waktu 40 hari untuk melampaui akumulasi pengetahuan yang dimiliki manusia selama ribuan tahun. Hal ini telah dibuktikan oleh AlphaGo Zero, sebuah AI yang dikembangkan oleh Google yang dalam waktu 3 hari mengalahkan AlphaGo sebuah AI yang mengalahkan Lee Sedol seorang pemain Go terbaik didunia dengan scor 4-1.
AlphaGo Zero tidak diprogram belajar dari manusia yang bermain Go, akan tetapi ia diprogram untuk belajar sendiri dari pengalamannya bermain Go. Dan AlphaGo Zero berhasil mengalahkan AlphaGo dengan scor 100-0.
AlphaGo dan AlphaGo Zero adalah Artificial Narrow Intelligence yang dibuat hanya untuk satu kemampuan khusus saja yakni bermain Go. Tidak seperti manusia yang dapat melakukan beberapa pekerjaan dan banyak keahlian sekaligus.
Pertanyaan nya, seberapa lama lagi kita bisa menemukan Artificial General Intelligence atau Artificial Super Intelligence?
Menurut Director Of Enginering di Google, ada 50 kemungkinan Artificial General Intelligence sudah hadir di dunia pada tahun 2029 dan bahkan setidaknya pada tahun 2045 akan tercipta Artificial Super Intelligence.
Hal ini disebabkan oleh Law of Accelerating Return, yang menyatakan bahwa perkembangan teknologi di dunia bersifat eksponensial. Selama 50 tahun terakhir, kita telah membuat lebih banyak perkembangan dibidang teknologi dari pada yang terjadi dalam seluruh peradaban manusia.
Dengan kata lain, sangat mungkin apabila suatu hari kita berhasil membuat Artificial General Intelligence yang kecerdasannya hampir atau setara dengan manusia. Maka dalam beberapa minggu atau beberapa bulan setelahnya kita akan menemukan Artificial Super Intelligence.
Dengan berhasil dibuatnya Artificial Super Intelligence, maka akan terjadi sebuah peristiwa Tecnological Singularity yakni kondisi dimana AI menjadi sangat cerdas jauh melampaui kecerdasan manusia. Dan ini akan menyebabkan terjadinya ledakan informasi dan pengetahuan yang baru, dan sebagian besar mungkin tidak akan dipahami oleh kecerdasan manusia. Ledakan informasi bisa jadi sangat menguntungkan bagi manusia atau bisa saja mengancam eksistensi peradaban manusia.
Disadari atau tidak, teknologi AI sudah banyak diimplementasikan diberbagai aplikasi yang kamu gunakan.
Banyak yang tidak menyadari bahwa dalam mesin pencarinya, Google telah menyematkan algoritma AI atau kecerdasan buatan sehingga apa yang dicari banyak orang bisa tepat sasaran, dalam artian sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Sehingga tidak heran selama ini Google menjadi mesin pencari terbaik di dunia, dan paling banyak digunakan oleh mayoritas masyarakat.
Konsep kecerdasan buatan yang disematkan pada teknologi ini yakni mesin pencari mampu secara otomatis merayapi seluruh link dari sebuah situs. Hebatnya lagi Google juga mampu membaca karakteristik penggunanya, terutama hal-hal yang dicari oleh pengguna. Google mampu menyajikan data yang memang tepat.
Berkat algoritma AI inilah kita menjadi lebih mudah dalam mencari informasi yang tersebar di internet. Pentingnya lagi Google juga mampu memfilter konten negatif. Sehingga ketika ada konten negatif, Google tidak akan menampilkannya kepada anda. Terlebih teruntuk anak yang masih berusia di bawah umur. Dengan filter konten negatif ini, orang tua pun tentunya menjadi lebih aman saat membiarkan anak menjelajahi internet. Itulah satu algoritma kecerdasan buatan luar biasa yang sudah diterapkan pada mesin pencari Google.
1 comments:
Write commentsmanfaat Artificial Intelegence untuk gangguan belajar anak
Replyhttps://www.caritau.biz.id/2023/04/ai-powered-tools-for-early.html
EmoticonEmoticon